membandingkan-300x239Tidak selamanya membandingkan bisnis kita dengan orang lain itu baik. Bahkan, dalam perjalanan karir MLM, proses membandingkan harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Salah-salah, kita malah terperosok dalam kesalahan yang fatal!

Kenapa bisa begitu?

Sebab begini lho…. Membandingkan bisnis kita, dengan bisnis crossline kita yang lebih sukses, memang menumbuhkan semangat. Ada semacam perasaan, kalau dia bisa, pasti saya juga bisa. Sampai disini, proses membandingkan jadi sangat bagus. Kita terpacu untuk tetap di jalur bisnis ini dalam mengejar impian.

Tapi, kalau perasaan kita lebih dari sekedar terpacu, malah berbahaya. Dalam pengalaman saya, seringnya rasa ini malah berkembang jadi perasaan minder, merasa gak mampu, lantas berhenti. Atau sebaliknya over-expectation (harapan yang berlebihan), membuat peta sukses yang tidak realistis, kemudian gagal, dan menyerah. Bahkan yang lebih parah, menyalahkan sponsor, upline atau jaringan kita. Kita anggap mereka gak becus membina kita, lalu kita stop, dan pindah ke jaringan lain yang dirasa lebih menjanjikan. Ups! :(

Memang, pasti ada leader-leader tertentu dalam suatu bisnis MLM yang karirnya melesat setinggi bintang. Dia bisa mencapai kesuksesan hanya dalam waktu singkat, setahun atau setahun lebih sedikit sudah ada di level tertinggi. Kita biasanya sangat kagum pada figur ini. Perasaan kita bermacam-macam, mulai dari bertanya-tanya dalam hati cara dia bagaimana, kenapa dia bisa kita kok tidak, muncul juga keyakinan kalau dia bisa seharusnya kita bisa, … wah pokoknya campur-baur deh. Betul kan? :)

Satu hal yang sering kita lupakan adalah, apa yang kita lihat adalah apa yang terjadi di depan layar. Apa yang tampil di hadapan kita. Kita mengabaikan apa yang dia kerjakan di belakang layar.

Kenyataannya, manusia itu tidak ada yang sukses instan. Kita tidak pernah tahu perjuangan si leader ini. Perjuangan seseorang jangan dihitung sejak dia mulai bergabung dengan sebuah bisnis MLM lho! Pembentukan karakter leader, pembentukan mental baja, pembentukan jiwa yang tegar dan tidak mudah menyerah sudah terjadi jauh sebelum si leader ini bergabung dengan bisnis MLM yang sama dengan kita. Kita saja yang tidak tahu…

Jadi, kalau suatu hari nanti kita bertepuk-tangan untuk merayakan kesuksesan seorang leader yang sedang dielu-elukan di panggung, ingat baik-baik bahwa selalu ada “story behind the scene” dari keberhasilan ini. Ada pekerjaan-pekerjaan yang sudah dia lakukan, tapi belum kita kerjakan. Ada jam-jam kerja keras yang panjang, yang si leader lalui, saat kita sedang tidur atau bersantai-santai.

 

Salam Sukses

Muhammad Risal